Ulasan Isi Buku: Ensiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW




Ensiklopedia ini terdiri dari 8 volume

1. Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Self Leadership & Personal Development)

2. Bisnis dan Kewirausahaan (Business & Entrepreneurship)
3. Menata Keluarga Harmonis (Managing A Harmony Family)
4. Manajemen Dakwah (Dakwah Management)
5. Kepemimpinan Sosial dan Politik (Social & Political Leadership)
6. Sang Pembelajar dan Guru Peradaban (Learner & Educator)
7. Pengembangan Hukum (Legal Development)
8. Kepemimpinan dan Strategi Militer (Military Strategy & Leadership)

Berikut ulasan beberapa pokok pemikiran masing-masing volume


Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Self Leadership & Personal Development)

Subhanallah, pembacaan yang mendalam tentang masa kecil dan remaja serta awal usia dewasa Rasulullah Saw mengantarkan kita pada suatu cakrawala baru bahwa Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa (adversity quotient). Ia terlahir yatim, usia 6 tahun yatim piatu dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakek pun meninggal dan dititipkan ke sang paman yang sedang-sedang saja dan sering kekurangan. Dalam usia dibawah 10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi penggembala, mencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan untuk penduduk Makkah. Hingga akhirnya menjadi pengusaha tangguh nyaris tanpa modal. Bagaimana Muhammad Saw muda melakukan ini semua, itulah yang akan dibahas dalam volume 1 "Seni Kepemimpinan dan Pengembangan Diri Rasulullah Saw".


Pelajaran yang harus kita ambil adalah bagaimana ia ”berjuang” melawan semua keterbatasan (a complex-life difficulties) sehingga mampu menjadi remaja idaman Makkah, pemuda yang dipercaya kaumnya untuk melakukan tugas mulia dan penting seperti meletakkan hajar aswad dan menjadi pemimpin yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban seperti yang diungkapkan Michael H. Hart.

"Orang-orang hebat itu seratus jumlahnya, dan yang paling hebat adalah Muhammad." (Michael H. Hart)

Bisnis dan Kewirausahaan (Business & Entrepreneurship Leadership)

Fenomena lain yang harus kita cermati dari perjalanan karir Muhammad Saw adalah bidang bisnis dan kewirausahaan yang merupakan unsur penting dalam meraih kesuksesan hidup. Banyak orang ingin sukses dalam hidup dan bisnis tetapi melanggengkan cara hidup dan kebiasaan kebiasaan orang gagal. Di sisi lain, banyak orang berhasil namun dengan menempuh cara tidak halal.


Rasulullah Saw mengajarkan kebiasaan-kebiasaan sukses. Ia mencontohkan bagaimana membangun jiwa entrepreneurship, bagaimana strategi memulai bisnis dengan minim modal. Bagaimana membangun kepercayaan para investor dan mitra usaha. Ia memilih komoditi yang laku di pasaran. Ia menjelajahi pasar-pasar regional Jazirah Arabia. Tatkala menjadi nabi ia menetapkan kebijakan ekonomi politik yang mampu menopang lahir dan berkembangnya suatu peradaban baru. Ia membangun Baitul Mal (Federal Reserve). Ia mengadopsi mata uang anti inflasi (Islamic Gold Dinar). Ia menyatakan perang terhadap korupsi dan penyelewengan. Ia mendorong kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang industri dan perdagangan global. Ia mengajarkan ummatnya untuk hidup kaya dalam taqwa, zuhud dalam keberlimpahan, mandiri serta memberdayakan sesama.


Namun ia mengingatkan ummatnya untuk selalu berorientasi pada rezeqi yang halal dan menjauhi yang haram.

"Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban melaksanakan fardhu fardhu lainnya." (H.R. Al Baihaqi dalam Syu’abul īmān No. 1191, hadits ini shahīh dalam As Silsilah As-Sahīhah No. 2607)

Rasulullah Saw menegaskan bahwa kesuksesan hanya akan di peroleh jika kita ikhlas, sungguh-sungguh, bekerja keras serta memberikan karya terbaik dalam semua bidang profesi kita. Atau apa yang ia namakan dengan konsep itqan.

"Sesungguhnya Allah Swt sangat senang dengan seorang hamba yang melakukan suatu tugas secara itqân." (H.R. Al Baihaqi, dalam kitab Syuabul īmān No. 5080) 

Dalam terminologi Islam, itqân berarti doing the job at the best possible quality, melakukan suatu tugas dengan kualitas terbaik.

Menata Keluarga Harmonis (Managing A Harmonious Family)


Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu sisi kehidupan Rasulullah Saw yang paling banyak disalahpahami adalah aspek kehidupan keluarganya. Kesalahpahaman ini bukan saja terjadi di kalangan orientalis tetapi tidak sedikit juga terdapat di ummat Islam sendiri. Banyak yang menuduh bahwa praktek poligami Rasul memiliki banyak masalah, ia haus wanita, ia seorang fedofil dan lain sebagainya.


Hampir bisa dipastikan, kesalahpahaman ini terjadi karena distorsi informasi dan pembacaan yang kurang akurat. Kita jarang mengkaji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi sosial ekonomi janda-janda tua yang dinikahinya, berapa jumlah anak bawaan janda-janda tersebut, bagaimana dampak dakwah dan kemenangan sosial politis yang ditimbulkan. Bagaimana Rasul menjadi kakek teladan, suami yang bijaksana, ayah idaman keluarga serta mertua yang penuh pengertian akan menjadi pembahasan volume 3.


Nabi Saw bersabda: "Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku di antara kalian." (H.R. At-Tirmidzî No. 3895, hadits ini dalam Sahîh wa Da’îf Sunan At-Turmudzî dinilai sahih.) Menurut ‘Âisyah, "Beliau melayani keluarga, menjahit baju, mengesol sandal, memerah susu, mengerjakan keperluan sendiri dan menambal timba. Begitu tiba waktu shalat, beliau lalu shalat."


Manajemen Dakwah (Dakwah Management)

Rasulullah Saw juga adalah contoh seorang pendakwah yang sangat sukses (volume 4). Jumlah kaum muslimin yang tidak kurang dari 1,3 milyar yang tersebar di seluruh penjuru dunia, berbondong-bondongnya orang Amerika, Eropa dan China untuk mengkaji dan memeluk Islam serta rasa cinta ummat yang begitu besar terhadap utusan Allah ini adalah bukti yang tidak terbantahkan dari kesuksesan Manajemen Dakwah Rasulullah Saw. Ia mengajak manusia untuk menempuh jalan hidayah, jalan yang lurus, lempang dan terang berderang. Ia mengajar manusia untuk memikirkan makna dan tujuan hidup, apa yang harus dilakukan saat hidup dan apa yang akan dibawa setelah berakhirnya hidup.


Ia mengajarkan hidup rukun dan toleransi dengan ummat pemeluk agama lain. Tidak sedikit cendekiawan Kristen, Budha atau Hindu mengakui risalah damai dan toleransi positif yang dibawa nabi besar Muhammad Saw. Seperti yang diungkapkan Pandit Gyanandra, "Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya senjata Muhammad adalah senjata kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memaafkan senjata yang menaklukkan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Senjata itu lebih tajam daripada pedang baja." (Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, Gorakhpur, 1928.)


Hampir semua pengamat, baik muslim maupun non-muslim, jika mereka objektif akan menyadari kebesaran kekuatan risalah dakwah Rasulullah Saw. 

"Empat tahun setelah kematian Justinian, 569 M, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang memberikan pengaruh terbesar bagi umat manusia. Orang itu adalah… Muhammad." (John William Draper, A History of the Intellectual Development of Europe, London, 1875).

Kepemimpinan Sosial Politik (Social & Political Leadership)

Berbeda dengan kebanyakan nabi dan guru spiritual lainnya, Muhammad Saw adalah seorang presiden dan pimpinan sosial politik masyarakatnya. Ia berhasil membangun masyarakat Madinah dengan peradaban baru, serta membawa Madinah menjadi suatu model kerukunan antar agama dan etnis meski sangat heterogen. Di dalamnya ada kaum pendatang (Muhajirin) dan penduduk asli. Di antara penduduk asli ada yang muslim (Anshar) dan banyak juga yang non-muslim. Di kalangan muslim pun ada yang benar-benar tulus, tetapi tidak sedikit juga yaang munafik dibawah pimpinan Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Di kalangan non-muslim ada yang menganut Paganisme, Nashrani dan Yahudi. Kaum paganisme memiliki rajanya sendiri yaitu Ka’ab Ibn Ashraf. Yahudi pun bersuku-suku seperti Bani Nadhir, Bani Quraidzah dan Bani Qunaiqa’. Pertanyaannya bagaimana Rasulullah Saw mengendalikan kerukunan dan keharmonisan Madinah.


Washington Irving mengatakan, "Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, dia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia dalam keadaan sengsara." (Life of Mohamet, London: 1889)

Tidak heran, dengan kepiawaian sosial politik Muhammad saw yang sangat tinggi, Sir George Bernard Shaw mengatakan, "Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut." (The Genuine Islam, 1936).


Pembelajar dan Guru Peradaban (Learner & Educator)

Rasulullah Saw juga adalah pembelajar sejati dan guru besar peradaban dunia (volume 6). Meski tumbuh di kalangan yang minim praktek baca tulis, Rasulullah adalah pembelajar yang cepat. Ia belajar dari pasar, belajar dari teman-teman, belajar dari peristiwa, belajar dari perjalanan dagang dan belajar dari alam. Dengan bimbingan khusus Allah Swt melakui malaikat Jibril, Rasulullah dalam waktu cepat menjadi insan dan Nabi yang cerdas dan knowledgeable. Nabi mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu ia pun memberikan teladan "holistic learning method", bahwa proses belajar-mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telling, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition.


Rasulullah menegaskan, "Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan emas atau pun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (H.R. Abû Dâwud, Sahih No. 3643). Oleh karena itu, "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (H.R Ibnu Mâjah, Sahih No. 224)

Pengembangan Hukum (Legal Development)

Satu hal yang menarik untuk dicatat dalam bidang hukum (volume 7) bahwa Mahkamah Agung (Supreme Court) Amerika Serikat memberikan pengakuan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai satu dari 18 Law Giver terbesar sepanjang sejarah. Ia disandingkan bersama tokoh hukum dunia seperti Hammurabi, Julius Caesar, Justinian dan Charlemagne. Pembacaan yang komprehensif terhadap sistem hukum yang diajarkan Rasulullah Saw akan mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa hukum Islam itu syumul (menyeluruh), jalb al-mashalih (mengedepankan kemaslahatan) dan qilatu taklif (tidak memberatkan). Ia bersifat murunah (fleksibel), wasatiyah (moderasi) serta menjunjung tinggi al-’adalah (keadilan). Rasulullah Saw juga mengajarkan tadarruj (unsur pentahapan) dalam pengembangan dan pelaksanaannya.


Rasulullah benar-benar memberikan contoh penegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia mengatakan, "Yang menghancurkan orang-orang terdahulu tidak lain adalah, bahwa ketika yang mencuri di antara mereka adalah orang terhormat, mereka melepaskannya; tetapi ketika yang mencuri di antara mereka adalah orang lemah, mereka menjeratnya dengan hukuman. Demi Allah, seandainya Fâtimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan tegakkan hukuman dengan memotong tangannya." (H.R. Al-Bukhârî No. 3475)


Kepemimpinan dan Strategi Militer (Military Strategy & Leadership)

Dalam aspek militer (volume 8), adalah benar apa yang dikatakan oleh Sun Tzu bahwa panglima perang yang hebat adalah komandan yang mampu mengalahkan musuh tanpa jatuh korban yang banyak. Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam, Rasulullah telah memimpin tidak kurang dari 9 perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer (beberapa ahli sejarah memiliki catatan jumlah ekspedisi militer yang berbeda beda). Tetapi dalam interaksi militer yang luar biasa besar dan panjang itu korban jatuh hanya 379 jiwa saja. Ya, hanya tiga ratus tujuh puluh sembilan jiwa saja. Bandingkan dengan korban 15.323.100 jiwa pada perang dunia pertama dan 62.537.400 jiwa pada perang dunia kedua. Rasulullah mengajarkan kepada para pemimpin dunia agar ikhlas ketika menyusun strategi militer, tugas kita bukanlah untuk menumpas manusia tetapi menyingkirkan para penghalang kebenaran.


Ia bersabda, "Berperanglah kalian atas nama Allah, di jalan Allah, melawan orang-orang kafir kepada Allah. Jangan berkhianat, jangan mencincang, jangan membunuh anak-anak, wanita, orang yang sudah tua renta, dan orang-orang yang menyendiri di biara Nasrani, jangan menebang pohon kurma dan pohon apa pun, dan jangan merobohkan bangunan." (H.R. Muslim No. 4619)



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Spesifikasi buku: klik di sini.
Tentang buku ini: klik di sini.

Info & pemesanan buku:
wa 085691764871

bisa ‪#‎cash‬ ‪#‎arisan‬ ‪#‎angsuran‬
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -